LONG TRIP TO
LOOK BAITULLAH
(Nanang
Setiawan, Ubepe 3-18 Januari 2017)
Part 6b of 8
Selama
berada di Kota Suci Makkah al Mukharomah ada beberapa city tour yang dilakukan
dalam rangka menapaktilas perjalanan penyebaran agama Islam. Selain itu city
tour ini juga bisa digunakan bagi jamaah yang memiliki keyakinan untuk bisa
melakukan ibadah umroh ke 2,3,4 dst di waktu satu safar. Karena dalam rangkaian
perjalanan ini beberapa lokasi merupakan titik yang sudah berada di luar miqot
sehingga bisa digunakan untuk mengambil miqot unuk umroh lebih dari satu kali. Tempat-tempat
itu antara lain Ji’ronah dan Udaibiyah yang di sana sudah berdiri masjid yang
bisa digunakan untuk prosesi mengambil miqot dari lokasi tersebut. Dalam city
tour Kota Suci Makkah tempat yang didatangi adalah
1.
Jabal Tsur (Gunung Tsur)
Merupakan bukit yang
terdapat gua diatasnya dan digunakan oleh rasulullah untuk bersembunyi ketika
hendak dibunuh oleh golongan kaum kafir Quraisy saat akan berhijrah. Gua ini
terletak di selatan kota Mekkah atau berkebalikan arah dengan rute tujuan
hijrah rasulullah yaitu kota Madinah al Munawarah yang terletak di utara Kota
Mekkah. Ini adalah salah satu siasat yang digunakan untuk mengelabuhi golongan
Kafir Quraisy. Di gua ini pula lah berkat pertolongan Allah, segolongan
laba-laba membantu persembunyian rasulullah dengan cara menutup lubang gua
dengan membuat sarangnya sehingga golongan Quraisy berpikir tidak mungkin jika
rasulullah bersembunyi di dalamnya. Jika hendak mendaki ke gua jamaah harus
datang pagi ke lokasi ini karena memerlukan waktu 1,5-2 jam hiking.
2.
Jabal Rahmah (Gunung
Penuh Rahmat)
Bukit ini berada di
hamparan Padang Arafah. Kono di bukit inilah tempat dipertemukannya antara Nabi
Adam As dan Siti Hawa setelah diturunkan dari surga. Di atas bukit ini terdapat
monument berupa tugu yang biasanya disalahgunakan oleh jamaah. Ada beberapa
jamaah yang sholat, berdoa untuk mendapatkan jodoh dsb. Namun menurut
penjelasan dari pemandu tempat-tempat haji antara Arafah (termasuk Jabal
Rahmah), Musdalifah dan Minna merupakan tempat-tempat yang memiliki keutamaan
terkait tempat dan waktu. Dalam artian tempat-tempat ini memiliki keutamaan
hanya pada saat pelaksanaan ibadah haji itupun hanya hari-hari tertentu saja.
Selebihnya merupakan kota kosong (mati) yang memang tidak ada penduduk yang
mendiaminya.
3.
Arafah, Musdalifah, Mina
(Armina)
Merupakan tempat-tempat
melakukan puncak ibadah haji. Arafah merupakan padang pasir luas yang digunakan
jamaah haji untuk melakukan wukuf yaitu berdiam diri (merenungi kesalahan dan
memohon ampunan dari Allah) dari sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.
Keutamaan wukuf ini jika kita melakukan dosa terhadap seseorang Allah tidak
akan memaafkan sebelum orang tersebut memaafkan kita, namun menurut informasi
yang diperoleh di wukuf ini insya Allah dosa-dosa kita tersebut akan diampuni
meski kita tidak berhasil mendapatkan maaf dari orang tersebut. Subhanallah
wabi hamdi sungguh luar biasanya keutamaannya. Wukuf ini merupakan puncak
ibadah haji dan wajib hukumnya. Saat melintasi Arafah terpikir betapa bersabar
dan kuatnya orang-orang terdahulu di tengah terik Arafah mereka melakukan wukuf.
Jika kita bandingkan dengan kondisi sekarang tenda-tenda jamaah saja sebagian
besar berpendingin ruangan. Musdalifah merupakan tempat transit jamaah yang
bergerak dari Padang Arafah hendak ke Mina. Di kota ini jamaah melakukan sholat
maghrib dan isya’ secara jamak kemudian menunggu fajar dan mengumpulkan kerikil
untuk lempar jumroh. Selesai melaksanakan sholat subuh jamaah bergerak ke Kota
Mina. Di Mina, jamaah haji akan melakukan lempar jumrah dalam rangkaian ibadah
haji. Di kota ini telah terdapat kawasan terbuka yang penuh dengan tenda-tenda
jamaah haji yang tetap berdiri meskipun sedang tidak ada kegiatan haji.
Beberapa fasilitas haji lain seperti rumah sakit, kantor polisi dan stasiun
kereta api tampak kosong dan tertutup rapat tanpa penghuni di luar hari-hari
pelaksanaan haji. Di antara ketiga kota ini telah dibangun jaringan kereta api
untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Namun berdasarkan informasi
tetap saja banyak jamaah yang tetap berjalan kaki karena dirasa lebih efisien
waktu karena saat pelaksanaan haji mau menggunakan bus maupun kereta akan
terjebak dalam kemacetan.
Kota Mina dengan terowongan dan tenda-tenda kosongnya
4.
Jabal Nur (Gunung yang Bercahaya)
Jabal Nur merupakan bukit
yang di atasnya terdapat Gua Hira yang merupakan tempat turunnya wahyu untuk
pertama kalinya dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril
yaitu Surat Al Alaq 1-5. Seperti halnya Gua Tsur jika ingin bisa sampai di Gua
Hira kita harus meluangkan waktu sejak pagi untuk mendaki bukit ini. Dalam tour
yang kami lakukan dalam beberapa hari ini kami tidak melakukan pendakian ke
gua-gua tersebut karena kami telah sepakat untuk kembali ke hotel sebelum waktu
dhuhur karena kami menginginkan keutamaan sholat di Al Masjid Al Haram.
5.
Ji’ronah
Merupakan salah satu
miqat yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Mekkah. Bagi jamaah yang
hendak melakukan ibadah umroh lebih dari satu kali, salah satu miqatnya bisa
mengambil dari tempat ini.
6.
Peternakan Unta di Hudaibiyah
Bus kami pun berhenti di
tengah padang pasir nan cukup gersang di pinggiran Kota Mekkah. Tanpa di sadari
kami telah berada di luar miqot tepatnya di Hudaibiyah. Sekumpulan onta
terlihat berada dalam sebuah kandang sederhana yang hanya terdiri dari kayu
beberapa batang yang dibentangkan kawat pada kayu tersebut. Ada 2 penjaga unta
yang sedang duduk di sofa meski di tengah padang pasir dengan botol-botol di
atas meja di depannya. Mereka berdua tampak sebagai orang-orang negro
(keturunan Afrika). Ada botol yang berisikan cairan berwarna putih ada pula
yang berwarna kuning kehijauan. Begitulah gambaran suasana Hudaibiyah kala itu.
Setelah turun dari bus,
merekapun menawarkan botol-botol itu kepada kami, “susu unta lima riyal,
kencing unta 30 riyal”, begitulah seru mereka. Dalam benakku, bisa ya kencing
unta lebih mahal daripada susunya. Ternyata hal ini terkait dengan khasiat dari
kencing unta yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, selain itu
untuk mendapatkan susu unta juga lebih mudah daripada mendapatkan kencingnya.
Seperti yang kita ketahui unta merupakan hewan gurun yang dapat menyimpan
cairan dalam tubuhnya hingga berhari-hari tanpa perlu minum terus menerus.
Sebelum turun dari bus,
pemandu sempat menceritakan kisah unta rasulullah yang menemani beliau dalam syiar agama. Saya bersyukur
dan tertarik untuk menyentuh unta-unta tersebut. “Maha suci Allah yang telah menciptakan
makhluk-makhluk ini. Mereka salah satu makhluk yang membantu perjuangan
Rasulullah menegakkan agama Allah. Bahkan konon unta Rasulullah menangis hingga
buta dan akhirnya mati disaat Rasulullah wafat. Alhamdulillah merasa haru saat
ada unta yang mau berpelukan seperti ini. Tenang wahai unta, InsyaAllah nanti
Allah akan memanggil saya ke sini lagi, semoga bisa berjumpa lagi, amin.
Tetaplah bertasbih memuji Allah dengan cara kalian”. Ya begitulah, ada 2 ekor
unta yang tanpa direncanakan sebelumnya tiba-tiba menempelkan lehernya di
pundak saya serasa sahabat yang lama tidak berjumpa.
Suasana haru bertemu unta di
Hudaibiyah
7.
Museum 2 masjid suci (Exhibition
of Two Holy Mosques Architecture)
Lokasi ini merupakan
museum yang menyajikan perjalanan panjang dari kedua masjid suci yaitu Al
Masjid Al Haram di Mekkah al Mukharamah dan Masjid An Nabawi di Madinnah al
Munawarah. Beberapa furniture mulai dari model-model pintu masjid, kubah
masjid, kaligrafi-kaligrafi, pelindung (cover) hajar aswat, maqom Ibrahim
sampai dengan alat timba sumur zam-zam dan kiswah (penutup kabah) bisa kita
temukan dalam museum ini. Untuk bisa memasuki museum ini kita tidak perlu
membayar tiket masuk alias gratis. Kita juga bisa menikmati air zam-zam yang
disediakan secara percuma di lobi museum. Yang tak kalah penting di ruang utama
masjid ini disajikan miniatur rencana pengembangan kedepan dari kedua masjid
suci tersebut. Jadi maklum saja kalau kita ke al haram ternyata masih banyak
crane berdiri dan beberapa titik masih ditutup papan karena proyek pengembangan
masjid masih jauh dari kata selesai.
Miniatur Pengembangan Masjid Nabawi dan pintu masuk museum 2
masjid suci
Selain city tour di sekitar Mekkah tidak ada aktivitas
lain yang kami kerjakan selain memperbanyak beribadah di Masjidil Haram.
Beribadah di Masjidil Haram bisa kita lakukan dengan memperbanyak tawaf sunah.
Rata-rata saya mengerjakan tawaf sebanyak 3 kali dalam satu hari ba’da subuh
sampai terbit matahari dilanjutkan sholat dhuha, sebelum atau sesudah sholat
dhuhur sampai ba’da ashar dan ba’da sholat isya. Biasanya sebelum dan sesudah
sholat ashar merupakan waktu yang lebih
lengang jika dibandingkan waktu-waktu yang lain untuk melakukan tawaf atau
bahkan mendekati hajar aswad. Waktu tempuh rata-rata untuk melakukan sekali
tawaf (tujuh putaran) sekitar 1 jam.
Untuk jamaah yang akan melaksanakan sholat jumat di Masjidil
Haram hendaknya paling lambat jam 10 sudah memasuki area masjid karena lebih
dari jam itu beberapa jalan menuju pintu masuk masjid akan ditutup oleh askar
karena dirasa sudah cukup disesaki jamaah di dalamnya. Perniagaan di sekitar
Masjidil Haram biasanya akan ditutup oleh pemiliknya sekitar 1 jam sebelum adzan
berkumandang. Hal ini yang membuat saya merasakan betapa luar biasanya kota
suci ini dimana jutaan manusia berkunjung ke kota itu hanya dalam tujuan yang
sama yaitu beribadah.
Bagaimana jika saya ingin beramal di tempat-tempat suci ini?
Mengingat kota ini memiliki keutamaan yang berlipat dibandingkan dengan tempat
lain, sama persisi yang saya pikirkan waktu awal-awal berada di kota-kota suci
ini. Saya berusaha mencari informasi dari internet bagaimana cara-cara beramal
di kota-kota suci tersebut. Saudara seiman, ada banyak pejuang-pejuang agama
Allah yang berkumpul dari seluruh penjuru dunia di tempat ini. Salah satunya
adalah para petugas kebersihan masjid suci. Mereka ada yang berasal dari
Bangladesh, Pakistan termasuk negara kita sendiri. Infak kepada mereka
merupakan salah satu opsi yang bisa saudara ambil untuk bisa berinfak di tanah
suci. Selain itu di kala adzan subuh berkumandang atau sebelum dan sesudah
sholat jumat di sepanjang jalan dari hotel menuju masjid akan ada banyak
khususnya wanita dan anak kecil dari Suku Takroni (berasal dari Afrika) yang
berjajar di sepanjang jalan menuju masjid. Mereka menarik perhatian kita dengan
celoteh-celotehnya. Jangan kaget jika beberapa di antara mereka ternyata cacat
(tangan buntung) meski anak kecil perempuan sekalipun. Mereka semua siap
membantu saudara yang berniat suci untuk berinfak di tanah suci. Sekarang
pilihan terserah kepada anda lebih condong berinfak untuk siapa.
Untuk makanan selama di Mekkah bagi saudara yang sudah memesan
makan 3x sehari dalam LA tidak akan menjadi masalah karena menu Indonesia
tersaji lengkap di kantin hotel setiap kali anda akan makan. Namun bagi
teman-teman yang hanya memesan 2x bahkan 1x dalam sehari diperlukan perjuangan
untuk bisa menggenapkan makan. Memang ada banyak kios yang menjajakan makanan
di sekitar al Haram yang menjadi masalah beberapa makanan tersebut terasa asing
dengan lidah dan perut kita. Sebut saja beberapa contoh adalah kebab Turki,
nasi goreng ala-ala Pakistan yang ternyata di dalamnya ada banyak rempah.
Memang harganya cukup terjangkau hanya 3-5 riyal untuk 1 buah kebab atau 10
riyal unuk satu porsi nasi goreng.
Dikarenakan suatu hal saya hanya bisa mendapatkan jatah makan 1x
sehari dari awalnya pesanan saya 2x sehari. Akhirnya setiap hari saya harus
mencari makanan yang memang sesuai yang bisa saya nikmati. Akhirnya setelah
mencari dan mencoba beberapa makanan saya memutuskan untuk melengkapi menu saya
dengan chicken Broast seharga 13 riyal (sekitar 50 ribu rupiah). Satu porsi
Chicken Broast bisa saya makan sampai 2-3x karena porsinya memang banyak. Dalam
satu porsi terdapat roti 3 biji, potongan ayam goreng 3-4 biji dan French fries
(kentang goreng). Ini bisa menjadi alternative teman-teman juga.
No comments:
Post a Comment