Saturday, December 15, 2018

Religius Trip VIb

LONG TRIP TO LOOK BAITULLAH
(Nanang Setiawan, Ubepe 3-18 Januari 2017)

 Part 6b of 8

Selama berada di Kota Suci Makkah al Mukharomah ada beberapa city tour yang dilakukan dalam rangka menapaktilas perjalanan penyebaran agama Islam. Selain itu city tour ini juga bisa digunakan bagi jamaah yang memiliki keyakinan untuk bisa melakukan ibadah umroh ke 2,3,4 dst di waktu satu safar. Karena dalam rangkaian perjalanan ini beberapa lokasi merupakan titik yang sudah berada di luar miqot sehingga bisa digunakan untuk mengambil miqot unuk umroh lebih dari satu kali. Tempat-tempat itu antara lain Ji’ronah dan Udaibiyah yang di sana sudah berdiri masjid yang bisa digunakan untuk prosesi mengambil miqot dari lokasi tersebut. Dalam city tour Kota Suci Makkah tempat yang didatangi adalah

1.        Jabal Tsur (Gunung Tsur)
Merupakan bukit yang terdapat gua diatasnya dan digunakan oleh rasulullah untuk bersembunyi ketika hendak dibunuh oleh golongan kaum kafir Quraisy saat akan berhijrah. Gua ini terletak di selatan kota Mekkah atau berkebalikan arah dengan rute tujuan hijrah rasulullah yaitu kota Madinah al Munawarah yang terletak di utara Kota Mekkah. Ini adalah salah satu siasat yang digunakan untuk mengelabuhi golongan Kafir Quraisy. Di gua ini pula lah berkat pertolongan Allah, segolongan laba-laba membantu persembunyian rasulullah dengan cara menutup lubang gua dengan membuat sarangnya sehingga golongan Quraisy berpikir tidak mungkin jika rasulullah bersembunyi di dalamnya. Jika hendak mendaki ke gua jamaah harus datang pagi ke lokasi ini karena memerlukan waktu 1,5-2 jam hiking.
2.       Jabal Rahmah (Gunung Penuh Rahmat)
Bukit ini berada di hamparan Padang Arafah. Kono di bukit inilah tempat dipertemukannya antara Nabi Adam As dan Siti Hawa setelah diturunkan dari surga. Di atas bukit ini terdapat monument berupa tugu yang biasanya disalahgunakan oleh jamaah. Ada beberapa jamaah yang sholat, berdoa untuk mendapatkan jodoh dsb. Namun menurut penjelasan dari pemandu tempat-tempat haji antara Arafah (termasuk Jabal Rahmah), Musdalifah dan Minna merupakan tempat-tempat yang memiliki keutamaan terkait tempat dan waktu. Dalam artian tempat-tempat ini memiliki keutamaan hanya pada saat pelaksanaan ibadah haji itupun hanya hari-hari tertentu saja. Selebihnya merupakan kota kosong (mati) yang memang tidak ada penduduk yang mendiaminya.
3.       Arafah, Musdalifah, Mina (Armina)
Merupakan tempat-tempat melakukan puncak ibadah haji. Arafah merupakan padang pasir luas yang digunakan jamaah haji untuk melakukan wukuf yaitu berdiam diri (merenungi kesalahan dan memohon ampunan dari Allah) dari sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Keutamaan wukuf ini jika kita melakukan dosa terhadap seseorang Allah tidak akan memaafkan sebelum orang tersebut memaafkan kita, namun menurut informasi yang diperoleh di wukuf ini insya Allah dosa-dosa kita tersebut akan diampuni meski kita tidak berhasil mendapatkan maaf dari orang tersebut. Subhanallah wabi hamdi sungguh luar biasanya keutamaannya. Wukuf ini merupakan puncak ibadah haji dan wajib hukumnya. Saat melintasi Arafah terpikir betapa bersabar dan kuatnya orang-orang terdahulu di tengah terik Arafah mereka melakukan wukuf. Jika kita bandingkan dengan kondisi sekarang tenda-tenda jamaah saja sebagian besar berpendingin ruangan. Musdalifah merupakan tempat transit jamaah yang bergerak dari Padang Arafah hendak ke Mina. Di kota ini jamaah melakukan sholat maghrib dan isya’ secara jamak kemudian menunggu fajar dan mengumpulkan kerikil untuk lempar jumroh. Selesai melaksanakan sholat subuh jamaah bergerak ke Kota Mina. Di Mina, jamaah haji akan melakukan lempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji. Di kota ini telah terdapat kawasan terbuka yang penuh dengan tenda-tenda jamaah haji yang tetap berdiri meskipun sedang tidak ada kegiatan haji. Beberapa fasilitas haji lain seperti rumah sakit, kantor polisi dan stasiun kereta api tampak kosong dan tertutup rapat tanpa penghuni di luar hari-hari pelaksanaan haji. Di antara ketiga kota ini telah dibangun jaringan kereta api untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Namun berdasarkan informasi tetap saja banyak jamaah yang tetap berjalan kaki karena dirasa lebih efisien waktu karena saat pelaksanaan haji mau menggunakan bus maupun kereta akan terjebak dalam kemacetan.
Kota Mina dengan terowongan dan tenda-tenda kosongnya

4.       Jabal Nur (Gunung yang Bercahaya)
Jabal Nur merupakan bukit yang di atasnya terdapat Gua Hira yang merupakan tempat turunnya wahyu untuk pertama kalinya dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril yaitu Surat Al Alaq 1-5. Seperti halnya Gua Tsur jika ingin bisa sampai di Gua Hira kita harus meluangkan waktu sejak pagi untuk mendaki bukit ini. Dalam tour yang kami lakukan dalam beberapa hari ini kami tidak melakukan pendakian ke gua-gua tersebut karena kami telah sepakat untuk kembali ke hotel sebelum waktu dhuhur karena kami menginginkan keutamaan sholat di Al Masjid Al Haram.
5.        Ji’ronah
Merupakan salah satu miqat yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Mekkah. Bagi jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh lebih dari satu kali, salah satu miqatnya bisa mengambil dari tempat ini.
6.       Peternakan Unta di Hudaibiyah
Bus kami pun berhenti di tengah padang pasir nan cukup gersang di pinggiran Kota Mekkah. Tanpa di sadari kami telah berada di luar miqot tepatnya di Hudaibiyah. Sekumpulan onta terlihat berada dalam sebuah kandang sederhana yang hanya terdiri dari kayu beberapa batang yang dibentangkan kawat pada kayu tersebut. Ada 2 penjaga unta yang sedang duduk di sofa meski di tengah padang pasir dengan botol-botol di atas meja di depannya. Mereka berdua tampak sebagai orang-orang negro (keturunan Afrika). Ada botol yang berisikan cairan berwarna putih ada pula yang berwarna kuning kehijauan. Begitulah gambaran suasana Hudaibiyah kala itu.
Setelah turun dari bus, merekapun menawarkan botol-botol itu kepada kami, “susu unta lima riyal, kencing unta 30 riyal”, begitulah seru mereka. Dalam benakku, bisa ya kencing unta lebih mahal daripada susunya. Ternyata hal ini terkait dengan khasiat dari kencing unta yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, selain itu untuk mendapatkan susu unta juga lebih mudah daripada mendapatkan kencingnya. Seperti yang kita ketahui unta merupakan hewan gurun yang dapat menyimpan cairan dalam tubuhnya hingga berhari-hari tanpa perlu minum terus menerus.
Sebelum turun dari bus, pemandu sempat menceritakan kisah unta rasulullah yang menemani beliau dalam syiar agama. Saya bersyukur dan tertarik untuk menyentuh unta-unta tersebut. “Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk-makhluk ini. Mereka salah satu makhluk yang membantu perjuangan Rasulullah menegakkan agama Allah. Bahkan konon unta Rasulullah menangis hingga buta dan akhirnya mati disaat Rasulullah wafat. Alhamdulillah merasa haru saat ada unta yang mau berpelukan seperti ini. Tenang wahai unta, InsyaAllah nanti Allah akan memanggil saya ke sini lagi, semoga bisa berjumpa lagi, amin. Tetaplah bertasbih memuji Allah dengan cara kalian”. Ya begitulah, ada 2 ekor unta yang tanpa direncanakan sebelumnya tiba-tiba menempelkan lehernya di pundak saya serasa sahabat yang lama tidak berjumpa.



Suasana haru bertemu unta di Hudaibiyah

7.        Museum 2 masjid suci (Exhibition of Two Holy Mosques Architecture)
Lokasi ini merupakan museum yang menyajikan perjalanan panjang dari kedua masjid suci yaitu Al Masjid Al Haram di Mekkah al Mukharamah dan Masjid An Nabawi di Madinnah al Munawarah. Beberapa furniture mulai dari model-model pintu masjid, kubah masjid, kaligrafi-kaligrafi, pelindung (cover) hajar aswat, maqom Ibrahim sampai dengan alat timba sumur zam-zam dan kiswah (penutup kabah) bisa kita temukan dalam museum ini. Untuk bisa memasuki museum ini kita tidak perlu membayar tiket masuk alias gratis. Kita juga bisa menikmati air zam-zam yang disediakan secara percuma di lobi museum. Yang tak kalah penting di ruang utama masjid ini disajikan miniatur rencana pengembangan kedepan dari kedua masjid suci tersebut. Jadi maklum saja kalau kita ke al haram ternyata masih banyak crane berdiri dan beberapa titik masih ditutup papan karena proyek pengembangan masjid masih jauh dari kata selesai.

Miniatur Pengembangan Masjid Nabawi dan pintu masuk museum 2 masjid suci

Selain city tour di sekitar Mekkah tidak ada aktivitas lain yang kami kerjakan selain memperbanyak beribadah di Masjidil Haram. Beribadah di Masjidil Haram bisa kita lakukan dengan memperbanyak tawaf sunah. Rata-rata saya mengerjakan tawaf sebanyak 3 kali dalam satu hari ba’da subuh sampai terbit matahari dilanjutkan sholat dhuha, sebelum atau sesudah sholat dhuhur sampai ba’da ashar dan ba’da sholat isya. Biasanya sebelum dan sesudah sholat ashar merupakan waktu yang  lebih lengang jika dibandingkan waktu-waktu yang lain untuk melakukan tawaf atau bahkan mendekati hajar aswad. Waktu tempuh rata-rata untuk melakukan sekali tawaf (tujuh putaran) sekitar 1 jam.
Untuk jamaah yang akan melaksanakan sholat jumat di Masjidil Haram hendaknya paling lambat jam 10 sudah memasuki area masjid karena lebih dari jam itu beberapa jalan menuju pintu masuk masjid akan ditutup oleh askar karena dirasa sudah cukup disesaki jamaah di dalamnya. Perniagaan di sekitar Masjidil Haram biasanya akan ditutup oleh pemiliknya sekitar 1 jam sebelum adzan berkumandang. Hal ini yang membuat saya merasakan betapa luar biasanya kota suci ini dimana jutaan manusia berkunjung ke kota itu hanya dalam tujuan yang sama yaitu beribadah.
Bagaimana jika saya ingin beramal di tempat-tempat suci ini? Mengingat kota ini memiliki keutamaan yang berlipat dibandingkan dengan tempat lain, sama persisi yang saya pikirkan waktu awal-awal berada di kota-kota suci ini. Saya berusaha mencari informasi dari internet bagaimana cara-cara beramal di kota-kota suci tersebut. Saudara seiman, ada banyak pejuang-pejuang agama Allah yang berkumpul dari seluruh penjuru dunia di tempat ini. Salah satunya adalah para petugas kebersihan masjid suci. Mereka ada yang berasal dari Bangladesh, Pakistan termasuk negara kita sendiri. Infak kepada mereka merupakan salah satu opsi yang bisa saudara ambil untuk bisa berinfak di tanah suci. Selain itu di kala adzan subuh berkumandang atau sebelum dan sesudah sholat jumat di sepanjang jalan dari hotel menuju masjid akan ada banyak khususnya wanita dan anak kecil dari Suku Takroni (berasal dari Afrika) yang berjajar di sepanjang jalan menuju masjid. Mereka menarik perhatian kita dengan celoteh-celotehnya. Jangan kaget jika beberapa di antara mereka ternyata cacat (tangan buntung) meski anak kecil perempuan sekalipun. Mereka semua siap membantu saudara yang berniat suci untuk berinfak di tanah suci. Sekarang pilihan terserah kepada anda lebih condong berinfak untuk siapa.
Untuk makanan selama di Mekkah bagi saudara yang sudah memesan makan 3x sehari dalam LA tidak akan menjadi masalah karena menu Indonesia tersaji lengkap di kantin hotel setiap kali anda akan makan. Namun bagi teman-teman yang hanya memesan 2x bahkan 1x dalam sehari diperlukan perjuangan untuk bisa menggenapkan makan. Memang ada banyak kios yang menjajakan makanan di sekitar al Haram yang menjadi masalah beberapa makanan tersebut terasa asing dengan lidah dan perut kita. Sebut saja beberapa contoh adalah kebab Turki, nasi goreng ala-ala Pakistan yang ternyata di dalamnya ada banyak rempah. Memang harganya cukup terjangkau hanya 3-5 riyal untuk 1 buah kebab atau 10 riyal unuk satu porsi nasi goreng.
Dikarenakan suatu hal saya hanya bisa mendapatkan jatah makan 1x sehari dari awalnya pesanan saya 2x sehari. Akhirnya setiap hari saya harus mencari makanan yang memang sesuai yang bisa saya nikmati. Akhirnya setelah mencari dan mencoba beberapa makanan saya memutuskan untuk melengkapi menu saya dengan chicken Broast seharga 13 riyal (sekitar 50 ribu rupiah). Satu porsi Chicken Broast bisa saya makan sampai 2-3x karena porsinya memang banyak. Dalam satu porsi terdapat roti 3 biji, potongan ayam goreng 3-4 biji dan French fries (kentang goreng). Ini bisa menjadi alternative teman-teman juga.
 

No comments:

Post a Comment